Skip to main content

Rahasia sukses



Teori motivasi terkadang memang selalu menuntut orang agar senantiasa sukses dengan harta sebagai barometernya.
orang dengan banyak harta di definisikan dengan orang yang sukses, sebaliknya orang yang sedikit hartanya di sebut-sebut sebagai orang yang gagal meraih sukses, benarkah demikian?

sejatinya sukses sebenarnya adalah buah dari usaha entah itu dengan konotasi yang baik ataupun yang buruk.
contoh:
"seorang yang malas tanpa sadar telah membawa dirinya kedalam kebodohan. (itu artinya dia telah sukses membawa dirinya dalam kebodohan sebagai contoh dari sukses dengan konotasi yang buruk).
sementara seorang yang mengusahakan yang baik dan terbaik tanpa sadar telah meningkatkan kwalitas hidupnya. (ini adalah sukses dengan konotasi yang baik)."
jadi sebenarnya tidak benar kalo sukses harus di ukur dengan banyaknya harta seperti yang di yakini oleh sebagian orang. juga tidak ada rahasia untuk menjadi sukses yang terpenting adalah lakukan suatu hal dengan prinsif dan prioritas yang tinggi lalu tunggu hasilnya karena sukses tergantung dari kebiasaan jadi biasakan yang terbaik mulai dari diri sendiri.





biasakan pola hidup sehat beriman karena ini bagian dari usaha menyelamatkan diri dari kerusakan tubuh dan rohani juga bersikaplah hikmah, menjadikan ilmu sebagai karakter dan selalu posisikan diri dalam hal terbaik.
belajar merubah diri dan memposisikan diri dalam hal terbaik adalah cara meraih sukses dengan konotasi baik yang paling tepat karena secara tidak langsung akan merubah diri pada karakter yang lebih dewasa dan penuh dengan ilmu.
lihat lah para tokoh hebat sebut saja Nabi Muhammad SAW tidak di konotasikan hanya sukses dengan banyak harta, tapi sangat sukses dan berpengaruh di dunia juga jadi panutan ummat hingga saat ini, karena yang terpenting adalah sukses dunia dan akhirat.
albert einstein tidak termasuk orang terkaya tapi pengaruhnya sukses sampai saat ini di bidang ilmu pengetahuan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat merubah cara pandang kita prihal sukses.

Wallahu'alam


Kunci sukses:
" Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (Qs Al imraan:102)

Popular posts from this blog

alasan kebaikan, supermarket toserba selamat berencana stop jual rokok

setelah beberapa toko besar nusantara memutuskan untuk tidak lagi menjual prodak rokok, sebut saja: - swalayan pamella  yang sejak april 2003 swalayan ini sudah bebas rokok. "Waktu itu saya berpikir, kalau saya ikut menjual rokok itu artinya secara tidak langsung saya memberikan kontribusi penyebaran penyakit mematikan tersebut," ujar  Noor Liesnani Pamella, pemilik Pamella Swalayan - toserba fajar sejak 2004 tidak menjual rokok. "Saya tidak menjual rokok, sebetulnya saya belajar dari Pamella (Noor Liesnani Pamella), jadi kami banyak belajar tentang supermarket. Tidak cuma tidak menjual rokok, kami juga tidak menjual kontrasepsi karena takut disalahgunakan," ujar Yogi Tyandaru, pemilik Toserba Fajar . kini giliran PT daruttaqwa toserba selamat yang berpusat di joglo cianjur di kabarkan tengah berencana untuk menstop penjualan rokok ditoko-tokonya. dalam isi breafingnya dengan karyawan toserba selamat cabang kota sukabumi kamis, 17 okt...

Kenapa harus berusaha jika takdir sudah ditentukan?

  Setiap individu tentunya mengidamkan sebuah kehidupan yang baik dan bahagia bukan?  Juga bukankah setiap pelaku usaha tentunya menginginkan untung yang luarbiasa!!! Berusaha sudah sepatutnya menjadi metode wajib guna terhindar dari resiko keterpurukan. Kendatipun takdir rezeki, ajal, amal dan kecelakaan atau kebahagiaan telah Allah 'Azza wa jalla tetap kan sebelum kita lahir ke dunia, sebagaimana telah diberitahukannya kepada kita lewat sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam: "Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani (nuthfah) selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah (‘alaqah) selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging (mudhgah) selama empat puluh hari. Kemudian diu...

Ada riba dipenukaran uang receh

Tak banyak orang yang tidak tau bahwa ketika mereka hendak menukar uang lembaran dalam bentuk uang recehan dapat menjerumuskan mereka kedalam riba. Contohnya adalah: Apabila si A memiliki 1 lembar uang 100.000 rupiah dan menukarkannya kedalam uang pecahan, misalkan 10 lembar uang 10.000 rupiah kepada si B. Sebenarnya hukum asal dari pertukaran tersebut adalah tidak riba, namun kasusnya akan menjadi berbeda ketika pecahan uang lembaran yang di miliki si B hanyalah 9 lembar uang 10.000 rupiah saja alias 90.000 rupiah, dan sisa 10.000 rupiah kekurangannya akan di berikan si B kepada si A dalam waktu kurang dari 24-jam dengan alasan tidak ada uang pas atau sebagainya. Kasus seperti ini sebenarnya sering terjadi terutama dilingkungan pertokoan yang menggunakan kasir, ketika seorang hendak menukarkan uangnya kepada kasir. karena tidak ada uang pas untuk pihak penukar, tidak jarang pihak kasir memberikan sebagian uang penukaran terlebih dahulu dan sisanya akan di berikan nanti setelah kasir m...