Skip to main content

Ada riba dipenukaran uang receh



Tak banyak orang yang tidak tau bahwa ketika mereka hendak menukar uang lembaran dalam bentuk uang recehan dapat menjerumuskan mereka kedalam riba.

Contohnya adalah:
Apabila si A memiliki 1 lembar uang 100.000 rupiah dan menukarkannya kedalam uang pecahan, misalkan 10 lembar uang 10.000 rupiah kepada si B.

Sebenarnya hukum asal dari pertukaran tersebut adalah tidak riba, namun kasusnya akan menjadi berbeda ketika pecahan uang lembaran yang di miliki si B hanyalah 9 lembar uang 10.000 rupiah saja alias 90.000 rupiah, dan sisa 10.000 rupiah kekurangannya akan di berikan si B kepada si A dalam waktu kurang dari 24-jam dengan alasan tidak ada uang pas atau sebagainya.

Kasus seperti ini sebenarnya sering terjadi terutama dilingkungan pertokoan yang menggunakan kasir, ketika seorang hendak menukarkan uangnya kepada kasir.
karena tidak ada uang pas untuk pihak penukar, tidak jarang pihak kasir memberikan sebagian uang penukaran terlebih dahulu dan sisanya akan di berikan nanti setelah kasir menerima uang dari penjualan.

Sederhananya.
Pihak kasir menerima full uang dari pihak penukar sedangkan pihak penukar menerima sebagian uangnya dari pihak kasir, dan sebagiannya lagi akan di berikan kurang dari 24-jam atau lebih.

Bahkan selain di pertokoan pun kasus seperti ini sering terjadi di kehidupan bermasyarakat dengan sistem yang sama yaitu dimana pihak penerima tukaran menerima full uang dari pihak penukar sedangkan pihak penukar menerima sebagian uangnya dan sebagiannya lagi akan di berikan ketika uangnya sudah ada.

Allahu'alam, ini merupakan sebuah bentuk transaksi riba nasi'ah yaitu:
"Menukarkan salah satu harta riba dengan harta riba lainnya yang sejenis atau berlainan jenis akan tetapi 'illatnya sama (yaitu: emas dan perak 'illatnya alat tukar. Kurma, gandum, sya'ir, dan garam 'illatnya makanan pokok dan tahan lama) dengan cara tidak tunai."  

Menukar harta riba dengan harta riba yang sejenis, seperti: emas ditukar dengan emas dan kurma ditukar dengan kurma. Untuk ke absahan akad inu dibutuhkan 2 syarat:
Ukuran keduanya harus sama, berat -jika satuan barang berdasarkan timbangan- atau volume -jika satuan barangnya berupa liter- haruslah sama.
Serah terima kedua barang harus tunai di majelis akad. Tidak boleh 10g emas Singapura diterima sekarang dan 10g emas Jakarta diserahkan besok.
Jika syarat pertama tidak terpenuhi, akad ini dinamakan riba fadhl, dan jika syarat kedua tidak terpenuhi, akad ini dinamakan riba nasi'ah dan jika kedua syarat tidak terpenuhi akad ini dinamakan riba fadhl-nasi'ah.
[Harta haram Muamalat kontemporer hal: 538-539].

Dimana bentuk riba nya?
Seperti sudah dijelas kan diatas, ketika pihak penerima tukaran menerima full uang dari pihak penukar sedangkan pihak penukar menerima sebagian uangnya dan sebagiannya lagi akan di berikan ketika uangnya sudah ada.
disinilah telah terjadi riba nasi'ah dimana uang dengan jumlah yang sama ditukar secara tidak tunai.
karena 'illat uang sama seperti nilai emas dan penukaran uang disyaratkan tunai dimajelis akad sama seperti emas.

Terlihat sepele memang, tetapi perilaku seperti ini tetap harus di hindari guna mencegah dampak yang lebih besar lagi.

Solusi
Allahu'alam, cara yang bisa diambil guna terhindar dari transaksi ini adalah dengan mengusahakan serah terima tunai di majelis akad, atau dibuat akad qord dimana pihak penerima tukaran boleh mengambil seluruh uang si penukar dengan akad pinjaman dan akan dikembalikan seluruhnya pada waktu yang disepakati dalam bentuk uang pecahan, atau bisa juga si penukar menahan uangnya sampai si penerima tukaran memiliki uang receh dengan nilai yang sama untuk diserahkan bersamaan di majelis akad.


Semoga bermanfaat


Comments

Popular posts from this blog

Poligami

Definisi Poligami Poligami merupakan suatu sistem perkawinan dimana seseorang memiliki lebih dari satu  pasangan. Poligami dapat dibagi menjadi dua kategori.  Salah satunya adalah poligini di mana seorang pria menikah lebih dari satu wanita,  dan yang lainnya adalah poliandri, dimana seorang wanita menikah dengan lebih dari satu orang pria. Dalam Islam,  poligami diperbolehkan dalam  batasan tertentu, sedangkan poliandri benar-benar diharamkan. 1. mengapa seorang pria diperbolehkan untuk memiliki lebih dari satu istri? Qur'an mengizinkan poligami dalam batasan tertentu.  Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa Qur'an adalah satu-satunya kitab agama di muka  bumi ini yang menyatakan " menikah hanya dengan satu pasangan '. Konteks kalimat tersebut adalah dipetik dari ayat Al Quran Surat An Nisa ayat 3:  "Menikahlah dengan perempuan pilihan Anda, dua, atau tiga, atau empat, tetapi jika kamu takut  kamu tidak akan mampu menghadapi adil (d...

Kenapa ada perbedaan antara sesama muslim

Ikhtilaf (perbedaan) memang bukan lagi menjadi hal yang baru, bahkan ada yang mentolelerir hampir semua ikhtilaf dengan merujuk pada kalimat: "perbedaan didalam umat itu rahmat." Entah dari mana datangnya kalimat tersebut yang pasti kalimat itu sangatlah populer bahkan mungkin dianggap dalil oleh sebahagian masyarakat. KENAPA ADA PERBEDAAN PENDAPAT? Sudah menjadi tabiat manusia dengan segala keterbatasannya, membuat keputusan/ tidakan sesuai pola pikir yang di pengaruhi oleh faktor eksternal dan kelengkapan data sebagai rujukannya. Ini menjadi salah satu alasan kenapa perbedaan pendapat kerap kali terjadi?? Ditambah lagi keterbatasan sistem informasi yang membuat ikhtilaf semakin kontras. sebagai ilustrasi saja: "beberapa ulama terdahulu yang saling berjauhan tempat tinggal hingga lintas negara, memiliki rujukan dalil yang terkadang tidak sama lengkap, ditambah keterbatasan sistem dalam mencari kelengkapan informasi, belum lagi faktor internal masing-masi...

Riba lebih berbahaya dari pada zina

"Sepasang muda-mudi bukan muhrim tertangkap basah berzina, lalu di hukum dan di permalukan. tetapi kenapa para pelaku riba tidak di tangkap, dihukum dan dipermalukan juga padahal riba dosanya sama seperti  berzina dengan ibu kandung sendiri??" begitulah kenyataannya, orang terkadang tidak bisa melihat hakikat sebuah perbuatan, hanya pandai melihat istilah saja.. memang sudah sepantasnya pelaku zina di hukum tetapi kenapa pemakan bunga bank di legalkan padahal bunga bank termasuk riba dan riba yang paling ringan dosanya sama seperti menzinai ibu kandungnya (na'udzubillah). "diriwayatkan dari Baraa' bin 'Azib radhiyallahu anhu bahwa nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Dosa riba terdiri dari 72 pintu. Dosa riba yang paling ringan adalah bagaikan seorang laki-laki yang menzinai ibu kandungnya." (HR Thabrani) sedikit saja harta didapat dari hasil riba, maka lebih besar dosanya dari 36 kali berzina. "sesungguhnya 1 dirham yang didapat ol...