Skip to main content

Tujuan strategi berpromosi dalam usaha




Promosi adalah bagian penting dalam memajukan bisnis atau usaha yang sedang kita jalani. Dengan promosi, outlet atau tempat usaha kita jadi lebih banyak diketahui pelanggan. Juga besar kemungkinan usaha kita banyak di datangi pelanggan bahkan secara otomatis bisa-bisa pendapatanpun akan meningkat.
Perlu diketahui bersama bahwa saat melakukan strategi promosi penjualan itu tujuannya harus jelas, apa yang ingin kita capai agar mendapat hasil maksimal.
Berikut 7 tujuan berpromosi yang perlu di ketahui;

1. MENINGKATKAN VOLUME
Seperti: strategi cuci gudang. dapat membantu menghabiskan stok lama, mengurangi stok yang ada di gudang juga dapat menggiring orang jadi pelanggan setia.

2. MENINGKATKAN PEMBELI COBA-COBA
Seperti: memberikan sample gratis, kupon, dll untuk menarik pelanggan potensial yang tidak pernah mencoba prodak kita atau hanya pernah menggunakan prodak sejenis dari pesaing kita, juga memberikan manfaat tambahan agar terlihat superior dibanding prodak sejenis.

3. MENINGKATKAN PEMBELIAN ULANG
Seperti: beli 3 gratis1. Agar menarik pembelian dalam jumlah besar juga bermanfaat.




4. MENINGKATKAN LOYALITAS
Seperti: pembuatan member card, klub. Ini lebih memberi daya tarik berupa manfaat jangka panjang.

5. MEMPERLUAS KEGUNAAN
Seperti: delivery order. Tujuan promosi ini lebih mengedepankan inovasi prodak usaha agar tetap eksis dan tidak termakan zaman.

6. MENCIPTAKAN KETERTARIKAN
Seperti: memberi sentuhan baru pada interior toko, dll. Untuk menghilangkan kesan jenuh bagi pelanggan atau klien.

7. MENCIPTAKAN KESADARAN
Seperti: membentuk team promosi. Sangat bermanfaat agar keunggulan prodak kita bisa lebih disadari banyak orang sehingga semakin banyak peluang penjualan didapat.

Demikian sedikitnya tujuan dari strategi promosi yang dapat di share
Semoga bermanfaat.

Referensi:
- frontliners hal 28 | mei- juni 2011 sumber: www.wiramuda.com
- https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQED9QKxn_qyLDuvnOCpcum_FhIL0e4Kyioou-c0l_uk-yJ1iEmmKWQhWT6


Popular posts from this blog

alasan kebaikan, supermarket toserba selamat berencana stop jual rokok

setelah beberapa toko besar nusantara memutuskan untuk tidak lagi menjual prodak rokok, sebut saja: - swalayan pamella  yang sejak april 2003 swalayan ini sudah bebas rokok. "Waktu itu saya berpikir, kalau saya ikut menjual rokok itu artinya secara tidak langsung saya memberikan kontribusi penyebaran penyakit mematikan tersebut," ujar  Noor Liesnani Pamella, pemilik Pamella Swalayan - toserba fajar sejak 2004 tidak menjual rokok. "Saya tidak menjual rokok, sebetulnya saya belajar dari Pamella (Noor Liesnani Pamella), jadi kami banyak belajar tentang supermarket. Tidak cuma tidak menjual rokok, kami juga tidak menjual kontrasepsi karena takut disalahgunakan," ujar Yogi Tyandaru, pemilik Toserba Fajar . kini giliran PT daruttaqwa toserba selamat yang berpusat di joglo cianjur di kabarkan tengah berencana untuk menstop penjualan rokok ditoko-tokonya. dalam isi breafingnya dengan karyawan toserba selamat cabang kota sukabumi kamis, 17 okt...

Kenapa harus berusaha jika takdir sudah ditentukan?

  Setiap individu tentunya mengidamkan sebuah kehidupan yang baik dan bahagia bukan?  Juga bukankah setiap pelaku usaha tentunya menginginkan untung yang luarbiasa!!! Berusaha sudah sepatutnya menjadi metode wajib guna terhindar dari resiko keterpurukan. Kendatipun takdir rezeki, ajal, amal dan kecelakaan atau kebahagiaan telah Allah 'Azza wa jalla tetap kan sebelum kita lahir ke dunia, sebagaimana telah diberitahukannya kepada kita lewat sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam: "Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani (nuthfah) selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah (‘alaqah) selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging (mudhgah) selama empat puluh hari. Kemudian diu...

Ada riba dipenukaran uang receh

Tak banyak orang yang tidak tau bahwa ketika mereka hendak menukar uang lembaran dalam bentuk uang recehan dapat menjerumuskan mereka kedalam riba. Contohnya adalah: Apabila si A memiliki 1 lembar uang 100.000 rupiah dan menukarkannya kedalam uang pecahan, misalkan 10 lembar uang 10.000 rupiah kepada si B. Sebenarnya hukum asal dari pertukaran tersebut adalah tidak riba, namun kasusnya akan menjadi berbeda ketika pecahan uang lembaran yang di miliki si B hanyalah 9 lembar uang 10.000 rupiah saja alias 90.000 rupiah, dan sisa 10.000 rupiah kekurangannya akan di berikan si B kepada si A dalam waktu kurang dari 24-jam dengan alasan tidak ada uang pas atau sebagainya. Kasus seperti ini sebenarnya sering terjadi terutama dilingkungan pertokoan yang menggunakan kasir, ketika seorang hendak menukarkan uangnya kepada kasir. karena tidak ada uang pas untuk pihak penukar, tidak jarang pihak kasir memberikan sebagian uang penukaran terlebih dahulu dan sisanya akan di berikan nanti setelah kasir m...