Skip to main content

Pilar kehidupan

Kalo kita berbicara tentang islam dan kehidupan.
Tentu semua mungkin setuju bahwa dasar-dasar didalam islam telah menetapkan dengan sangat jelas bahwa islam harus selalu tertera dalam setiap aspek kehidupan, dari mulai hal terkecil seperti (maaf) buang air sampai hal-hal besar seperti kenegaraan, semua tidak boleh keluar dari koridor-koridor islam.
Namun pada realita yang terjadi dalam lingkungan terkadang tidak seperti itu, umat islam seperti kehilangan identitas, krisis figur, krisis gaya hidup, bahkan acuh pada syariat. Menampilkan keislam mungkin mulai terasa aneh bahkan terkesan tidak modern.
Faktor utama penyebab lemahnya iman ini tidak lain karena kurangnya kepedulian pada agama, maka dari itu sebagai muslim yang satu kita harus  mencoba untuk mulai menghidupkan islam secara kaaffah (keseluruhan).
Adapun hal- hal yang harus kita perhatihan sebagai seorang muslim,
Saya menyebutnya sebagai pilar kehidupan.
Pilar yang pertama adalah pilar berupa prinsif seorang muslim.
Prinsif adalah pegangan, pedoman, bahkan kekuatan dan prinsif kita sebagai seorang muslim adalah AlQuran dan AlHadist.
Alquran menjadi pedoman manusia sejak -+1400th yang lalu semenjak di turunkan, dan menjadi the book of sigh (buku tentang tanda-tanda). ada lebih dari 6600 tanda atau yang sering kita sebut ayat dalam alquran diawali dari kumpulan ayat-ayat tauhid tentang pengagungan Allah (alfatihah) sampai pada kumpulan ayat tentang perlindungan diri dari segala bentuk godaan syetan (annaas).
Lalu ada assunnah (alhadist) berasal dari Allah SWT yang di anugrahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagaimana kita harus hidup dalam naungan islam sebagai penjelas bagaimana seharusnya kita mengagungkan Allah SWT.
Pilar yang kedua adalah pilar prioritas seorang muslim.
Prioritas merupakan hal yang hampir sebagian waktu tercurah untuk nya, atau lebih tepat kita sebut sebagai profesi.
-+60% waktu saat beraktifitas dituangkan dalam bentuk sebagai profesi, bisa karyawan swasta, pegawai kepemerintahan, buruh dagang, dsb sisanya -+40% yaitu Relaxasi. Namun bagi kita yang nota banenya seorang muslim berapapun pembagian persentas waktunya tetap harus mengandung nilai-nilai islam.
Lihat bagaimana keberhasilan yang Allah SWT berikan kepada orang-orang yang senantiasa selalu istiqomah memegang ke-dua pilar ini. Sebut saja ulama besar Syaikh Albani r.a, beliau hanya seorang tukang jam biasa sama seperti guru kita ust. Aceng zakaria yang beliau pegang teguh hanyalah satu yaitu islam (Alquran dan berusaha menegakan apa yang rasullullah SAW sunnahkan),
Yang pada akhirnya Allah SWT mengangkatnya pada posisi orang-orang yang berilmu.
Kini apakah kita siap untuk selalu menampilkan islam dalam pribadi untuk menjadikannya sebuah kebanggaan atau justru malah menguburnya dengan kebodohan kita.
Mudah-mudahan Allah senantiasa memberi taufik dan hidayahnya selalu kepada kita.
Aamiiin.
Wallahu'alam.

Comments

Popular posts from this blog

alasan kebaikan, supermarket toserba selamat berencana stop jual rokok

setelah beberapa toko besar nusantara memutuskan untuk tidak lagi menjual prodak rokok, sebut saja: - swalayan pamella  yang sejak april 2003 swalayan ini sudah bebas rokok. "Waktu itu saya berpikir, kalau saya ikut menjual rokok itu artinya secara tidak langsung saya memberikan kontribusi penyebaran penyakit mematikan tersebut," ujar  Noor Liesnani Pamella, pemilik Pamella Swalayan - toserba fajar sejak 2004 tidak menjual rokok. "Saya tidak menjual rokok, sebetulnya saya belajar dari Pamella (Noor Liesnani Pamella), jadi kami banyak belajar tentang supermarket. Tidak cuma tidak menjual rokok, kami juga tidak menjual kontrasepsi karena takut disalahgunakan," ujar Yogi Tyandaru, pemilik Toserba Fajar . kini giliran PT daruttaqwa toserba selamat yang berpusat di joglo cianjur di kabarkan tengah berencana untuk menstop penjualan rokok ditoko-tokonya. dalam isi breafingnya dengan karyawan toserba selamat cabang kota sukabumi kamis, 17 okt...

Kenapa harus berusaha jika takdir sudah ditentukan?

  Setiap individu tentunya mengidamkan sebuah kehidupan yang baik dan bahagia bukan?  Juga bukankah setiap pelaku usaha tentunya menginginkan untung yang luarbiasa!!! Berusaha sudah sepatutnya menjadi metode wajib guna terhindar dari resiko keterpurukan. Kendatipun takdir rezeki, ajal, amal dan kecelakaan atau kebahagiaan telah Allah 'Azza wa jalla tetap kan sebelum kita lahir ke dunia, sebagaimana telah diberitahukannya kepada kita lewat sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam: "Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani (nuthfah) selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah (‘alaqah) selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging (mudhgah) selama empat puluh hari. Kemudian diu...

Ada riba dipenukaran uang receh

Tak banyak orang yang tidak tau bahwa ketika mereka hendak menukar uang lembaran dalam bentuk uang recehan dapat menjerumuskan mereka kedalam riba. Contohnya adalah: Apabila si A memiliki 1 lembar uang 100.000 rupiah dan menukarkannya kedalam uang pecahan, misalkan 10 lembar uang 10.000 rupiah kepada si B. Sebenarnya hukum asal dari pertukaran tersebut adalah tidak riba, namun kasusnya akan menjadi berbeda ketika pecahan uang lembaran yang di miliki si B hanyalah 9 lembar uang 10.000 rupiah saja alias 90.000 rupiah, dan sisa 10.000 rupiah kekurangannya akan di berikan si B kepada si A dalam waktu kurang dari 24-jam dengan alasan tidak ada uang pas atau sebagainya. Kasus seperti ini sebenarnya sering terjadi terutama dilingkungan pertokoan yang menggunakan kasir, ketika seorang hendak menukarkan uangnya kepada kasir. karena tidak ada uang pas untuk pihak penukar, tidak jarang pihak kasir memberikan sebagian uang penukaran terlebih dahulu dan sisanya akan di berikan nanti setelah kasir m...